Glen the Frog

Glen the Frog
Image was taken from DeviantArt.com posted by The RagingSpaniard

Minggu, 03 November 2013

Merajuk Kepada Hujan

Sayang, maafkan aku ya. Baru sempat waktuku terluang agar aku bisa kau jamah. Tapi, nyaman kan, sayang? Kurasakan tiap sentuhanmu berkata begitu; lembut mengelus wajah, kedua punggung tangan, serta jemari kakiku. Ya, sayang, memang sudah ku berencana sedari sebelum kudengar kabar akan kedatanganmu dari burung-burung yg bersaut-kicau siap mencari tempat teduh daripada nanti malah meracau karena demam menghalau kesadaran pikiran mereka,...maaf, ku berencana untuk siap meracau girang karena kau rintiki aku dengan sentuhan-sentuhan yang mengkaburkan pilihan kata dan makna yang tersedia, seperti yg baru saja dan tak sengaja kuperlihatkan.

Sayang, aku pamit ya, kurasa malam ini begitu syahdu, biarkan aku menemaninya menggantikan bintang-bintang yang sudah tak kelihatan lagi dari sini bahkan semenjak sesaat sebelum kedatanganmu. Tetap menarilah di tanah tandus ini beberapa kali, agar ketika kau pergi lagi, mereka tak begitu kelihatan kering-gemaring,,,maaf aku meracau lagi. Sampai jumpa di kapan hari,,,maaf sekali lagi.

Setelah beberapa kali hujan membasahi
diriku yang kotor
akan nafsu, gelinjang, dan birahi
24 Oktober 2013

Sexy Earth

The world goes beautiful, along with its denizens.
It walks like a baroness, entraps me in the web of a black widow.
Swing its hair with an unparalleled ostentation, fans me with the tail of a peacock.
Its nape drowns me down through my conventional pruriency, like of the scent of a jasmine leaf it seduces me.

Embrace me, o my world, with the warm of yer' atmosphere.
Protect me eyes from the ardent luminance of the brightest star with yer' coating black clouds.
Dowse me hair and head with yer' drizzling yet tranquilizing drop of rain.
Embark me to Nysa, Olympus, Eden. Utopia!
But, then, just fare me well after you voluptuously take me down with a single branch of the General Sherman Sequoia tree.

Setelah tersadar sejenak
bahwa dunia ini tak sesempit daun kelor
26 Oktober 2013

Rabu, 10 Juli 2013

Untuk Marbun Melalui Moore

Wajar memang,
dua insan bertemu dan menjalin hubungan;
entah mendalam atau setinggi lutut.
Hanya satu yang pasti. Memori akan terekam nyata melalui emosi.

Pilihan yang ada-lah yang akan memproyeksikan
gerak tingkah selanjutnya.
Menderu seperti debu
yang meng-kacau balau-kan kisah selanjutnya.
Atau mengalir bak air
yang tak sengaja mengikuti alur yang sudah disediakan.

Titik determinasi kadang begitu kabur.
Layaknya mata mencoba membelalakkan diri
di air yang agak keruh.
Kelamaan, apa yang tidak jelas
dapat digambarkan ke dalam alam sadar.

Apapun yang terwujud, nikmatilah.
Selagi bisa, selagi diperkenankan.
Oleh pandanganmu, pikiranmu, gerakanmu,...tingkahmu;
dan tentu saja, oleh kelanjutan cerita yang sudah tersedia.

11 Juli 2013
I've seen it;
the blues, in you, 
yet many times in every living body 
filled with a certain emotion;
an overrated passion.

Siapakah Dia? (penggalan mimpi)

Aku lalu berdansa berang untuk kedua kalinya dengan wanita asing,
dan oleh olah fisiknya yang begitu dominan dikekanglah gerakanku.
Aku tak bisa menguasai tangan, kaki, dan gerak tubuh lain miliknya.

Kucoba raih tangan atau kakinya yang bergerak begitu cepat
namun kuat; berangasan.
Tapi tak satupun yang bisa kucengkram; sembari ku tersadar
bahwa mataku tak pernah memperhatikan
apa yang sewajarnya tersedia
ketika pertama kali bersua dengannya;
aku tak pernah melihat wajahnya dengan seksama.

Aku memang hanya terpancang pada gemulai tangan,
kakinya yang begitu kuat.
Aku tidak benar-benar tahu
siapa wanita itu sebenar-benarnya.

11 Juli 2013
...dan selanjutnya aku terbangun oleh ketukan 
di pintu rumah yang setia aku singgahi
sampai detik ini.

Kamis, 04 Juli 2013

The Routine

Round and round 'til my soul is bound.
Drunken by its fallacy, my feet step in secrecy.
While my hands do the trifling, never ending is the tripping.
And again my soul is bound; right on this tiny circle, keep round and round.

5th July, 2013
A very not good moment which is stored in memory
Ready to archive and be filed in the deepest and sincerest locker;
under the bed of honesty
Yet, ready to ignite and be scattered all over the place;
under the symphony of a tripping malady

Jumat, 21 Juni 2013

Manusia Bergumam, Kafilah Berlalu

Rintih manusia berlalu begitu saja,
bila terdengar sayup tanpa keberanian.
Anjing merintih saja bisa terdengar begitu sayu,
kala dia mulai merajuk.
Jari-jari telunjuk bukan untuk disembunyikan,
saat lidah mulai mencaci.
Ekor anjing saja bergoyang,
begitu mata liar senang memandang majikan.
Gonggongannya menyeruak sampai ke bulu kudukku.
Sengaumu saja hanya menggelitik telapak kaki kapalanku.
Aku pun mulai bertanya apa siapa,
karna yang kau tebarkan cuma bagaimana di mana.
Anjing kecilku dulu pun kalah lucu oleh gumaman-mu.
Tenang,,,hanya sebotol AM kok yang tumpah di atas papan ketikku, bukan harga diriku.

22 Juni 2013
Ketika curiga penuh dengan tanya
Ya bertanya

Kamis, 20 Juni 2013

Penetrasi

Bukan kata-kata tanpa bunga wangi semerbak ke seantero raya jagad.
Bahkan secuil kelopak pun serbakkan aroma menusuk sukma.
Hanya saja, tangkai dan batang terlampau besar dan kokoh mencolok mata.
Biar indramu satu itu berdarah-darah,
hingga gelap menerangi siangmu,
hingga aroma bisa kau lihat sebagai garis halus berpola dan berperangai.

20 Juni 2013
Ketika menipu
merupakan cara tersendiri mengutarakan isi hati