Time goes by, you still fly by. You would have been good as you are fried by the sunny light that burns. A crispy furry resting duck sits lonely on a bog of a dead trunk under the fiery sun. Yet, it still pecks and is pecked by its own seed. It is alive and flying sadly among the gilded trees which torn apart its broken wings. Yet, it is still a prey of its own hunger and its own lust that burns its fur hiding its corny pelt of a tusked animal and the hot blood cells in its burning veins. Fire in the hole! KAZOOMED! A moment of silence... Nope, you're just dying. Make a net to trap that wish come true.
Jumat, 30 November 2012
Merapi dan Belaian Spiritual
"Penggelitik rohani", begitulah aku memanggilmu, wahai perjalanan menuju puncak tertinggi. Perjalanan melawan rasa sombong, walau memang penuh peringatan. Perjalanan mencari kehangatan Sang digdaya, walau kadang diliputi rasa ragu. Perjalanan merangkai raga yang tercecer, walau kerap kali dihajar kantuk dan pegal. Wahai perjalanan menuju ketenangan batin, hanya sekali (lagi) saja aku memintamu mengabulkan satu permintaanku, hancurkan diriku ini, ratakan dengan tanah, hingga aku tidak lupa bahwa aku ada dan merangkak di dunia.
Datang, Paksa, dan Menang
Memaksakan pandangan kepada seseorang adalah hal yang sulit dilakukan ketika kita tidak mempunyai keberanian yang cukup. Memaksakan suatu pandangan tidaklah berarti mendorong orang untuk mengamini apa yang menjadi pemikiran kita. Sediakan (secara paksa) apa yang biasa kita lihat (pandang), dan lewat mata mereka kita mengenalkan (tawarkan) pemikiran kita. Setelah itu, biarkan mereka menilai apa yang kita pandang dan pikirkan. Biasanya sih ya, hal ini dilakukan oleh orang yang tidak banyak cakap (karena sulit banyak cakap), karena keadaan pribadi yang menghambat orang tersebut untuk banyak cakap ataupun keadaan sosial yang membuatnya seperti itu.
Hidup Berlatar Belakang Panggung Sandiwara
Oh, hidup. Ada yang bilang hidup itu tak pernah datar, ada juga yang bilang hidup adalah panggung sandiwara. Pasti ada yang berpikir juga kalau hidup itu hanya mampir memasang backdrop untuk dasar latar panggung dan lalu membiarkan orang lain membuatnya lebih berwarna. Oh, hidup.
Preying Prey
I had the guns to fire, but I had not the urge to. My prey fed itself still undisturbed; I stayed freezing in the hollow unshaken by the blinding pain of the undetected prying prey piercing its teeth onto my feet. I was the stone, I was the mud, I was blending with the surrounding to provoke my prey to stay comfortably around me. But, I missed one thing: it enjoys stone covered in mud-soup for a meal. There it went having happy meal.
Ini Riskan. Dewasa Lah.
Jalan-jalan di tepi jurang itu,,,seperti bermain layang-layang sembari memandang ke atas tanpa memperhatikan ada mobil berpengemudi mabuk melaju ke arahmu, tapi kamu sadar bahwa kamu berdiri di atas garis marka di tengah jalan beraspal tebal. Benar, kamu akan banyak mendengar klakson kendaraan bermotor, toh kamu tidak peduli. Menyenangkan memang, tapi tetap saja bodoh. Lebih mending main layang-layang di tepi jurang.
Kamis, 29 November 2012
Cangkeman Dewe
#cangkemandewe Face and overcome. Be bad as it was, or be wise as you will be.
Nothing is so wrong, but it is when you are. #cangkemandewe
Bagi yang belum tersiram hujan November ini, jangan malu-malu, lepaskanlah payung atau jas hujanmu. Hujan ga gigit kok.#cangkemandewe
Why don't we be bad a little? Like bully a trash and tell them to go back to their place, the trash can. #cangkemandewe A good kind of bad?
I know. It hurts. Severely. But, you don't ditch somebody like this: "Fuck you, because fuck you that's why." #cangkemandewe
Langganan:
Postingan (Atom)

